Konsep Smart City Bandung

Mengapa Konsep Smart City Bandung Ditiru Daerah Lain?

Kota Bandung terkenal memiliki kreativitas tinggi. Tidak heran jika konsep Smart City Bandung lebih dulu diterapkan dibanding daerah lain, yakni pada tahun 2014 lalu. Saat ini, warga kota Bandung tinggal menikmati hasil kemajuan yang sudah dibangun oleh Pemkot setempat. Memangnya, apa yang menarik dari Smart City di Bandung?

Memiliki 394 Lebih Aplikasi

Kebanyakan, aplikasi yang terintegrasi dengan Smart City di kota Bandung itu hasil olahan dari SKPD. Sejak awal, Pemkot serta Lintasarta memang mengimplementasikan konsep Smart City agar pihak pemerintah dengan warga bisa saling bekerja sama. Terutama yang berkaitan dengan kemajuan kota dari segi teknologi sampai kesejahteraan warga.

Semua aplikasi tersebut memiliki satu tujuan, yakni untuk memudahkan pekerjaan yang dilakukan oleh seluruh SKPD serta pelayanan publik. Aplikasi berjumlah ratusan itu bisa diunduh lewat Play Store. Proses sosialisasinya sendiri dilakukan lewat media sosial, media elektronik, serta media cetak agar lebih banyak yang memanfaatkan aplikasi-aplikasi itu.

Memiliki Slogan yang Kuat

Sebagai Wali Kota, Ridwan Kamil mengatakan, bahwa kompetisi harus dihilangkan. Sebagai gantinya, perbanyak kolaborasi karena daerah mana pun merupakan bagian dari NKRI. Memang betul, untuk kemajuan suatu daerah atau kota, hanya diperlukan kerja sama yang kuat. Berkat slogan tersebut, banyak daerah yang berkolaborasi dengan kota Bandung.

Sampai sekarang, setidaknya ada lebih dari 110 kota maupun kabupaten yang menandatangani nota kesepahaman terkait penggunaan aplikasi Smart City. Tentu hal tersebut menjadi kabar baik karena tidak hanya warga kota Bandung saja yang terlibat. Akan tetapi, warga daerah lain bisa turut menggunakan aplikasi Smart City secara gratis.

Memiliki 6 Unsur Dimensi Smart City

Smart City Bandung yang berafiliasi dengan Lintasarta memiliki 6 unsur dimensi atau bisa juga disebut dengan pilar utama demi kemajuan kota. Dimensi pertama dinamakan Ekonomi Pintar. Dimensi ini mencakup berbagai inovasi yang berkembang di kota Bandung. Tujuannya untuk meningkatkan persaingan pasar modal maupun usaha.

Lalu ada dimensi Lingkungan Pintar atau Smart Environment. Cakupannya berkaitan dengan transportasi serta pembangunan infrastruktur. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas air bersih, pengembangan perumahan, dan lain-lain. Kemudian ada Mobilitas Pintar. Penerapannya bertujuan agar lingkungan yang bersih bisa tertata dengan baik.

Dimensi selanjutnya bernama Masyarakat Pintar. Tujuannya untuk memudahkan akses modal serta pelatihan demi meningkatkan UMKM agar lebih produktif. Dimensi selanjutnya ada Kehidupan Pintar dan Pemerintah Pintar. Setiap dimensi memiliki kontribusi yang berlanjut demi pengembangan konsep Smart City yang dicanangkan di kota Bandung.

Tersedia Lebih dari 5000 Wi-Fi di Setiap Ruang Publik

Poin ini juga turut menginspirasi daerah lain karena kemudahan akses yang ditawarkan. Tidak bisa dipungkiri, bahwa saat ini hampir tidak ada seorang warga yang tidak menggenggam smartphone. Dengan tersedianya Wi-Fi di setiap ruang publik, maka akses terhadap aplikasi Smart City bisa direalisasikan secara menyeluruh.

Terintegrasi dengan Kartu Bandung Pass dan Smart Card

Demi meningkatkan pelayanan untuk warganya, pemerintah kota Bandung pun meluncurkan kartu Bandung Pass dan Smart Card. Kedua kartu tersebut memiliki sifat multifungsi, sebab bisa digunakan untuk mengakses layanan kesehatan, pendidikan, serta kebutuhan lainnya. Jadi, saat Anda hendak membayar tarif transportasi mana pun, bisa dengan kartu tersebut.

Semangat pembangunan berbasis Smart City Bandung sangat berorientasi kepada produktivitas serta kemajuan kota. Semua kemajuan teknologi tersebut tidak terlepas dari peran aktif Lintasarta dalam menjembataninya. Dengan konsep Satu Data, data-data yang terpaut antara aplikasi dengan Command Center bisa dikelola dengan mudahnya.